Saturday, April 16, 2011

aku mahu lagi

Setiap kali mata menjeling,setiap kali itulah jantung berdegup kencang.kencang bak ribut taufan yang menghentam ladang hati.Hati yang mudah rapuh,mudah juga dipatah-patahkan.Patahnya ia meninggalkan luka dan calar.Calar yang mungkin suatu hari nanti tiada siapa yang tahu mahu dipulihkan.

Mengapa harus merintih?merintih atas apa yang Dia kurniakan.Kurniaan yang kadang-kadang gila otak memikirkan.Memikirkan kejadian alam yang tak mungkin dapat dihentikan.Hentian perjalanan yang dipenuhi dengan ranjau dan dugaan.

Sungguh, diri tak pernah merasa puas.tak pernah cukup apa yang ada.Tak pernah terfikir akan tak ternilainya hadiah yang diberi.Ingin melontar idea,membangkitkan persoalan,menambahkan kecelaruan,kepadaNya dikeluarkan monolog diri,"mengapa diri tidak mendapat ketenangan yang seumpamanya dicari..."

Jauh disudut hati,sangat beruntung bagi yang mempunyai.Punya segala yang dihajati bahkan sampai tidak terduga yang diberi rupanya lebih dari yang dihajati sejak azali.Beruntung sungguh,lengkap dengan segala apa yang dicita.

KepadaNya kita munajatkan syukur,kepadaNya jua kita tunduk dan akur.Tidak cukupkah apa yang sedang dimiliki, tatkala hati yang keras pun berbisik.."aku mahu lagi......."

Cukuplah...cukup sudah!



فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَقُلۡ حَسۡبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۖ عَلَيۡهِ تَوَڪَّلۡتُ‌ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ


Kemudian jika mereka berpaling ingkar, maka katakanlah (wahai Muhammad): Cukuplah bagiku Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; kepadaNya aku berserah diri dan Dialah yang mempunyai Arasy yang besar. At-Taubah (129)